Kamis, 06 November 2014
Manusia dan Kreativitas
Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna sebab manusia memiliki akal, perasaan, serta kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya. Selain itu, manusia juga memiliki kemampuan untuk mengelola pengetahuan-pengetahuannya menjadi suatu bentuk karya yang yang dapat dinikmati oleh orang banyak.
Salah satu bentuk kesempurnaan manusia adalah kemampuan diri untuk melahirkan kreativitas dalam kehidupan.
Apa itu kreativitas?
Setiap mendengar kata kreativitas tentunya ada beberapa pemahaman atau konsep-konsep pengetahuan yang langsung melintas dalam pemikiran dan benak kita sebab, kata kreativitas sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Namun, masih banyak dari kita yang belum mengetahui apa kreativitas itu sendiri.
Oleh sebab itu, penulis mencoba sedikit bereksplorasi dengan kata KREATIVITAS berdasar pada beberapa sumber yang ada.
Menurut wikipedia.org Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang)
biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif,
konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu
yang baru.
Sementara itu menurut para ahli dalam mengartikan kata kreativitas adalah sebagai berikut:
Santrock (2008:366) kreativitas ialah kemampuan berpikir tentang sesuatu dengan cara baru dan tak biasa dan menghasilkan solusi yang unik atas suatu problem.
Selain itu Samsunuwiyati (2010:175) berpendapat bahwa kreativitas
merupakan konsep yang majemuk dan multi-dimensional, sehingga sulit
didefinisikan secara operasional.
Sementara itu, menurut Imam Musbikin (2006:6) adalah kemampuan memulai ide, melihat
hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan
memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban
baru untik soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang
perlu dijawab. Sedangkan menurut Munandar, (2004:25) sumber pada intinya
merupakan kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai
kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan
dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
Bersadarkan pada pengertian tersebut, menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk melahirkan suatu kreativitas. Kreativitas yang dimaksud adalah kreativitas dalam bentuk apapun yang jelas yang bersifat positif serta bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, sebab apalah arti sebuah kreativitas jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang lain.
Namun, yang menjadi permasalahan didunia yang serba canggih saat ini, adalah semakin banyaknya orang yang tidak mempunyai kepercayaan diri untuk menciptakan suatu kreativitas meski banyak pula didapati manusia-manusia kreatif di bumi Tuhan ini.
Kemampuan-kemampuan manusia kreatif ini tidak lahir begitu saja tapi memerlukan suatu proses yang entah panjang atau pendek, antah susah atau mudah. Yang terpenting dalan melahirkan suatu kreatifitas adalah pengembangan pola pemikiran, serta kepekaan perasaan dalam melahirkan sebuah karya. Pemikiran sempit, dangkal, serta pesimis tidak akan pernah mengantarkan seseorang menggapai kreativitasnya, dibutuhkan pemikiran yang luas serta mendalam untuk mengembangkan suatu kreativitas.
Dalam konsep keagamaanpun manusia dituntut untuk menjadi kreatif dalam menjalani kehidupan hal ini di karenakan permasalahan hidup yang semakin kompleks. Namun perlu diingat bahwa Konsep Agama tidak bisa dijadikan alat untuk mewujudkan keinginan dengan alasan kreativitas, sebab Agama memiliki tujuan yang amat mulia yaitu ketenangan Jiwa.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kreativitas tidak hanya berupa suatu karya seni, suatu karya yang bersifat materi namun kreativitas juga lahir dalam bentuk pola pemikiran, hal-hal abstrak, serta hal-hal yang bersifat non materi. Setiap manusia telah diberikan potensi untuk mengembangkan kreativitas yang telah dan akan diperolehnya. Kreativitas yang lahir bergantung pada bagaimana usaha serta kemamuan diiri untuk memperoleh dan mengasah potensi yang diberikan Tuhan kepada kita semua.
Akhirnya sekian sedikit eksplorasi mengenai kreativitas dari penulis (orang yang fakir dalam segala hal), olehnya itu moohon maaf bila ada kesalahan dan semoga tulisan singkat ini membawa manfaat bagi kita semua.
"Hidup yang Tidak Direfleksikan Adalah Hidup yang Tidak Pantas Dijalani"
Label:
Uncategorized
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Microsoft Office (atau sekarang disebut Office saja) adalah sebutan untuk paket aplikasi perkantoran buatan Microsoft dan dirancang unt...
-
Artisteer adalah tool yang berfungsi untuk mendesain web yang dinamis dan dapat disesuaikan dengan platform yang akan digunakan, secara...
-
Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna sebab manusia memiliki akal, perasaan, serta kemampuan untuk menyelesaikan masal...
-
Cetak sablon merupakan proses stensil untuk memindahkan suatu citra ke atas berbagai jenis media atau bahan cetak seperti : kertas, k...
0 komentar:
Posting Komentar